01_maba_di_turki_upload
09:39

MABA UB Raih Tiga Penghargaan pada Ajang Internasional di Turki

Tiga mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) angkatan 2019, Nadia Riqqah Nurlayla (Biologi/FMIPA), Rizka Fajriana Putri Ramadhani (Biologi/FMIPA) dan Rahmah Nur Diana (Teknik Informatika/FILKOM) berhasil mendapat tiga penghargaan pada ajang The 4th Istanbul International Invention Fair (ISIF). Acara yang diselenggarakan oleh Turkish Patent and Trademark Office ini digelar di Istanbul Attaturk Airport, Istanbul, Turki pada 17-22 September 2019 lalu.

Tiga penghargaan yang diraih oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tersebut meliputi, silver medal, special award dari Association of British Inventors and Innovators, dan honor award dari APIICIS- Associação Portuguesa De Inventores, Inovadores E Criativos - Inventarium-Science.

Nadia dan tim membuat karya berjudul Mastitis Paper Detection: Utilization of Filter Paper, Surfactants, and Dye as a New Detection Method of Subclinical Mastitis in Dairy Cow. Ide dibuatnya Mastitis Paper Detection (MPD) untuk mendeteksi penyakit mastitis pada sapi perah ini berasal dari keprihatinan mereka akan tingginya tingkat mastitis subklinis di Indonesia yang kehadirannya seringkali tidak terdeteksi karena tidak menunjukkan gejala fisik apapun.

“Konsep kami menggunakan prinsip kapilaritas dan kromatografi kertas. Kami memanfaatkan keberadaan sel somatik pada susu sapi sebagai kunci deteksi dari mastitis subklinis,” kata ketua tim, Nadia.

Alat uji MPD ini memanfaatkan bahan - bahan yang mudah didapat, seperti kertas filter, sabun cuci piring sebagai surfaktan, dan metilen blue sebagai pewarna dengan harapan para peternak dapat dengan mudah membuat alat deteksi ini. Selain lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan alat uji California Mastitis Test (CMT), alat ini juga lebih praktis dalam penggunaannya karena pengujian dapat dilakukan oleh orang awam sekalipun, berbeda dengan tes breed yang perlu alat laboratorium dan analisis khusus oleh laboran.

“Melalui alat ini, peternak sapi dapat mendeteksi keberadaan mastitis subklinis hanya dengan sampel susu yang pengujiannya tidak lebih dari 5 menit dengan harga 400 kali jauh lebih murah dibandingkan uji breed pada umumnya ,” ujar mahasiswi baru ini.

Nadia mengaku tidak menyangka timnya bisa mendapatkan tiga penghargaan sekaligus. Ke depan mereka berharap MPD dapat dikomersialisasikan ke peternakan di Indonesia agar manfaatnya dapat dirasakan bersama.

Untuk diketahui ISIF adalah kompetisi internasional yang diadakan dalam ajang Teknofest. Acara ini diikuti lebih dari 122 negara dengan lebih dari 17.000 inovasi teknologi serta dihadiri lebih dari 1.000.000 pengunjung, mulai dari kalangan akademisi hingga investor. Tujuan diadakannya ISIF ini adalah untuk memperkenalkan inovasi-inovasi yang dikembangkan dengan upaya serius kepada dunia internasional dan para investor. [nadia/dna]

 

 

 

 

Share